Tulis & Tekan Enter
Breaking News
Logo

Tentang Sarjana Kebidanan

Tentang Sarjana Kebidanan

Pendidikan Profesi Bidan adalah pendidikan yang bersifat akademik professional dengan proses pembelajaran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorang ilmuwan pemula dan tenaga profesional.  Seluruh rangkaian Proses pembelajaran mengacu pada filosofi kebidanan dalam menjalankan perannya.

Falsafah atau filosofi kebidanan tersebut diharapkan mampu memberikan warna dan isi yang digunakan dalam setiap model pembelajaran pendidikan profesi bidan. Diharapkan setiap lulusan pendidikan profesi bidan dapat meyakini filosofi tersebut dan mempraktikkannya dalam setiap asuhan kebidanan.

Proses pendidikan Kebidanan konsisten dengan filosofi manajemen kebidanan yang meliputi:

  1. Kehamilan dan persalinan sebagai proses fisiologis
  2. Manajemen yang berfokus pada perempuan (Women Centre Care)
  3. Kemitraan dengan perempuan dan keluarganya (Partnership)
  4. Pemberdayaan perempuan dan keluarganya (Empowering)
  5. Manajemen bersifat individual (personalized care)
  6. Setiap kehamilan dan persalinan berisiko dan bidan harus mewaspadainya (no pregnancy and delivery is free of risks).
  7. Manajemen berkesinambungan (Continuity of care)
  8. Manajemen yang aman secara klinis maupun budaya (Safe care & cultural safety)
  9. Berpraktik berdasarkan SOP (Standard Operational Procedure)

 

Kurikulum Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, telah berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Proses penyusunan melibatkan unsur asosiasi profesi

IBI, asosiasi pendidikan kebidanan Indonesia (AIPKIND), serta ahli kurikulum dari Kementrian Ristekdikti sebagai fasilitator. Dalam struktur Program Pendidikan Profesi Bidan, beban studi untuk kurikulum ini ditetapkan sebanyak 183 SKS. Rincian beban studi dan beban waktu pada Program Studi Pendidikan Profesi Bidan meliputi dua tahap proses pendidikan yang merupakan satu kesatuan sebagai berikut: Tahap Akademik dengan beban studi 147 SKS; Tahap Profesi dengan beban studi 36 SKS

Pendidikan Profesi Bidan di selenggarakan dengan beban studi 183 SKS dengan beban normal belajar mahasiswa adalah 8 jam perhari (48 jam/minggu setara dengan 18 SKS/semester) sampai 9 jam perhari (54 jam/minggu setara dengan 20 SKS/semester). Pendidikan tahap akademik untuk mendapatkan gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb), ditempuh dalam masa studi 4 tahun (8 semester), dan paling lama 7 tahun (14 semester). Pendidikan tahap profesi untuk mendapatkan gelar Bidan (Bd.), ditempuh 1,5 tahun (3 semester), dan paling lama 3 tahun (6 semester). Beban masa studi telah menyesuaikan berdasarkan pasal 17, Permenristekdikti no 44 tahun 2015.

Program Studi S1 Kebidanan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan konsep Student-centered, Problem-based, Community-oriented, Early clinical exposure, Systematic (SPICES) pada proses perkuliahannya. PBL diyakini sebagai model pendidikan kebidanan yang dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu mengembangkan diri sendiri dan beradaptasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan sendiri, tanpa tergantung oleh dosen dan institusi. Dengan kata lain, seorang bidan yang akan terus belajar sendiri sepanjang hayat (self-long life learner). Sedangkan kurikulum pembelajaran dengan konsep SPICES diterapkan untuk mendorong minat mahasiswa untuk belajar dan melatih pola pikir mahasiswa. Kurikulum ini mengintegrasikan klinik dan preklinik serta memperkenalkan lebih awal pengetahuan klinik berupa kasus-kasus dan pelatihan keterampilan pada model atau pasien.

Dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Profesi Bidan, tenaga bidan lulusan Pendidikan Profesi Bidan mempunyai profil sebagai berikut:

  1. Care Provider

Bidan yang berperan sebagai pemberi asuhan kebidanan yang mempunyai

kemampuan melakukan asuhan ibu dan anak berbasis budaya islami berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi (evidence based) pada ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir dan balita, Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi sesuai siklus hidup perempuan pada kondisi normal, maupun dengan penyulit secara profesional serta mampu berdaptasi dengan berbagai situasi dengan menggunakan manajemen kebidanan pada tatanan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tertier.

  1. Community Leader

Bidan yang menjadi penggerak masyarakat dalam bidang kebidanan pada asuhan ibu dan anak berbasis budaya islami berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui upaya promotif, preventif, serta kerjasama lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.

  1. Communicator

Bidan yang mempunyai kemampuan berkomunikasi dalam asuhan kebidanan berbasis budaya islami pada masa kehamilan, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir dan balita, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi sesuai siklus dasar kehidupan perempuan yang dibutuhkan oleh keluarga dan masyarakat sesuai dengan kewenangan dengan memanfaatkan IPTEKS tepat guna.

  1. Decision Maker

Bidan yang berperan mengambil keputusan strategis dalam asuhan kebidanan berbasis budaya islami berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta praktek kebidanan dalam upaya profesionalisme.

  1. Manager

Bidan yang mengelola layanan kesehatan ibu dan anak pada tatanan pelayanan primer, sekunder dan tertier berbasis budaya islami berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya local yang tersedia dan mengaplikasikan prinsip-prinsip manajemen dalam pendidikandan pelayanan kebidanan